Langsung ke konten utama

Postingan

Fashion : Selera dan Seni Berkreativitas

“Kenapa harus cantik? Karena semua perempuan berhak untuk cantik. Karena setiap perempuan adalah bintang yang bersinar d an layak menjadi pusat perhatian” Seorang ibu-ibu menepuk pundak saya dari belakang tatkala saya tengah memilih-milih pakaian di rak khusus diskon. “Dek, beli jilbabnya dimana?” tanya si ibu sambil melihat ke wajah ku “Oh ini saya beli dasar ibu, trus dijadikan jilbab deh. Murce bu. Murah dan ceria,” terang ku

Status Yang (Tak) Diharapkan

“Ini bukanlah status yang diinginkan, namun jika ini harus kamu sandang, percayalah kamu tidak sendirian”   AKHIRNYA saya memberanikan diri m enulis artikel ini. Tulisan yang saya persembahkan untuk perempuan-perempuan yang sedang menghadapi dilema besar dalam hidupnya. Perempuan berstatus single parents di luar sana. Atau mereka yang masih terbelenggu dengan masa lalu sehingga terus menutup diri. Terpaksa menebalkan muka atas konsekuensi keputusan yang diambilnya. Manusiawi kok. Karena saya sendiri butuh waktu satu tahun untuk dapat memupuk kepercayaan diri lagi. MALU. Come on. Don’t be sad. You are not alone.

Be Active Zet

Duta Zetizen Harian Rakyat Bengkulu saat melakukan kunjungan ke salah satu vendor  ZET apa yang kamu lakukan untuk   “membunuh” waktu kosong kamu.  Baca buku, nonton film baru, atau hunting something .  Setiap orang punya hal-hal tertentu yang bisa atau sering dilakukan khususnya di waktu senggang. Pastinya itu sangat menarik bagi orang tersebut. Bisa dikatakan semacam hobi lah. Nah kira-kira apa sih hobi kamu, Zet ? Sadar gak kalo Zet punya hobi ? Bermanfaat gak hobi kamu itu ? Positif atau negatif? Atau jangan-jangan ada yang gak punya hobi ? Nah loh gimana? Kacau dong.

Ngeblog Yuk : Bobe Part 1

  Ngeblog Yuk : Bobe Part 1   Yap, i'm coming again ladies. Sebenarnya udah lama sih pengen seriusan ngeblog tapi gitu deh. Selalu terbentur sama waktu. Jiyaaah jadiin waktu sebagai kambing hitam. Ketahuan banget gak konsisten. But, from now bener-bener pengen seriusan. Karena dari awal big reason bikin blog supaya gak lupa sama cara nulis. Jadi biar kreatif terus sih. Apalagi mulai ada komunitasnya nih di Bengkulu. apaan. Ituloh.  Bobe alias Blogger Bengkulu . Kayak hari ini Minggu, 25 Septermber 2016 nih, kita diajakin workshop perdana "Ngeblog ala Newbie" bareng Ketua FLP Bengkulu Milda Ini di Adiguna Konveksi. "Home stay" darurat kita sementara.

Ini Bukan Senjakala, Ini Era Media Cerdas

Salah satu cara yang saya lakukan untuk mengenalkan dunia saya pada si kecil. Kali pertama saya mengajak si kecil menghadiri Festival Media AJI Indonesia, dan kami mampir ke salah satu stand AJI Kota melihat secara langsung koran-koran tempo dulu yang keotentikannya masih nyata. SAYA menulis artikel ini, bukan karena saya ingin bersaing dengan seorang wartawan senior dari koran nasional yang belakangan namanya mencuat dan menjadi perdebatan di kalangan jurnalis.  Saya sadar kelas saya di dunia media cetak, koran, baru seujung kuku. Saya menulis ini karena saya juga merasakan keresahan yang sama. Keresahan yang dirasakan (mungkin) hampir seluruh jurnalis yang besar dan hidup dari koran. Namun dibalik keresahan itu, saya masih memiliki segudang optimistis bahwa koran  memiliki 1.000 nyawa, tak akan pernah mati atau benar-benar mati dengan ada atau tidaknya media baru. Media online yang saat ini tumbuh subur layaknya jamur dimusim hujan bukanlah malaikat maut bagi koran!...

MEA : (Ancaman) Bagi Pekerja Perempuan di Bengkulu ?

KOMUNITAS ASEAN atau ASEAN Community sudah menyepakati untuk melaksanakan kerja sama ekonomi yang diwujudkan dalam bentuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kerja sama tersebut awalnya akan dilaksanakan per 1 Januari 2015. Namun dikarenakan masih diperlukan sejumlah persiapan  dalam kawasan yang terintegrasi, maka tenggat waktu pelaksanaan diundur hingga 31 Desember 2015.

.....Jangan padamkan api yang berkobar kawan....

“Yang paling mengerikan itu bukanlah kehilangan uang atau kehilangan pekerjaan, namun yang paling mengerikan adalah ketika kehilangan semangat untuk bekerja. Ketika semangat itu hilang maka hilang pulalah seluruh kreativitas yang ada”  BINCANG pagi bersama salah seorang rekan saya hari ini membuat hati ini kecut. Bagaimana tidak, semua hal-hal yang sejatinya bisa dilakukan bahkan lebih kenapa tak dilakukan. Jawabannya simpel. Hatinya lelah. Lelah dengan semua kata-kata tak bertanggungjawab yang membunuh motivasinya. Hasilnya mereka berhasil membuat semangatnya padam.